based on true story sewaktu masih mahasiswa di Universitas Merdeka Malang
Di sebuah lapangan basket, ada pertandingan antar fakultas.Hari itu aku sedang menyaksikan teman sekelasku pertanding melawan Fakultas ekonomi jurusan Akutansi. Hari sudah menunjukkan pukul 9 malam. Aduh aku resah, maklum-lah angkot yang lewat rumah eyangku biasanya sudah jarang. Duh, siapa yang mengantar aku...
Aku dekati cowok, seorang temanku sekelas yang wajahnya tampan berkulit putih bersih. "Aku anterin ya..soalnya angkotnya nggak ada!" pintaku. "Haduh..gimana yach, rumahmu jauh banget. Daerah rawan lagi!" jawabnya ogah-ogahan.
Ah sedihnya, Aku mendekati seorang teman cowok, yang bersahabat baik denganku. "Kamu mau nggak anterin aku ?" "Nda,..aku juga buru-buru pulang nih. Sorry ya!" tolaknya.
Hmm..ya sudahlah. Aku terdiam dalam kebingungan. Tiba-tiba, temanku, Gunawan, yang berwajah sangar, terkenal suka mabuk, nganja, suka malakin teman, datang kepadaku. "Nda, kamu bawa motorku. Kamu pulang sendiri. Gpp, kostku khan dekat !"
Aduh, terharu rasanya. Mau menangis melihat kebaikan dia. Padahal aku jarang sekali ngobrol sama Gunawan. Aku memegang kunci motornya dengan bimbang. "Gun, nggak usah. Terima kasih. Nggak enak aku bawa sepedamu!" sambil kuserahkan kunci motornya.
Sungguh, membawa sepeda motor orang amanat yang cukup berat menurutku.
Aku lalu berdiri di pojok lapangan. Tampak dua teman sekelasku yang cantik dan centil. Dikerubuti oleh cowok-cowok. Aku mendekat mencoba menguping. Oalalala....ternyata cowok-cowok itu berebut ingin mengantar pulang kedua gadis tersebut. Salah satu cowok yang ngotot, adalah temanku yang tampan, yang menolak mengantarku.
Padahal, rumah kedua cewek itu lebih jauh dari aku. Tapi kok mereka dengan senang hati ingin mengantar. Tiba-tiba aku tersadar.... ya ampun, aku ini siapa, cewe gemuk, tampang pas-pasan, dekil, nggak bisa dandan. Saat itulah sebuah kekuatan datang padaku.
Ok. AKU TIDAK AKAN TERGANTUNG PADA COWOK LAGI !!!
Malam itu, aku putuskan pulang jalan kaki. Allhamdullilah aku bersyukur dengan fisikku yang gemuk ini, malah tidak ada yang berani macam-macam. Satu jam perjalanan , akhirnya aku sampai di rumah eyang dengan selamat.
Perlakuan para cowok tersebut malah melecutku untuk bisa mandiri. Dan tidak sok manja mengharap perhatian mereka. Kejutan dalam kehiupanku hadir sebagai bonusnya, karena sejak semester satu aku mendapat beasiswa karena aku aktif di organisasi, meski di semester satu, aku juga diterima kerja di JAWA POS BIRO MALANG.
Dan kejutan manis lainnya,saat semester II. Si cowok tampan berkulit putih bersih, yang menolak mengantarku dulu, tiba-tiba mengungkapkan perasaan suka padaku. Hahahahaa.... hal terkonyol adalah tangannya patah karena kecelakaan. jatuh dari motor di hari pertama dia mau ngapelin aku. Hihihii.... Kita memang jadian, dan sempet jalan hingga 2 tahun, akhirnya kita bubar karena tak berjodoh.
Hingga, beberapa bulan lalu, setelah 8 tahun tak bertemu. Aku dengar suaranya di ujung telepon. Menanyakan kabarku. Aku dengar suara celoteh anak kecil dibelakang suaranya. "Oh, itu anakku, Nda. Anakku tiga !" Hahahahahaha.....
 | Semenjak ada dirimu Dunia terasa indahnya Semanjak kau ada disini Ku Ingin menemukanmu |
 | waaahhh, mba manda hebbattt!! emg g bisa terlalu bergantung sm laki2!
HIDUP PEREMPUAN!! [sekalian mumpung msh deket Kartinian.. hehe..] |
Comment deleted at the request of the author.
Comment deleted at the request of the author.
 | Kejutan emang ada, sayangnya saya belum benar-benar merasakannya ... ;p *cuih, sok filosofis ... Nice story mbak ... |
Comment deleted at the request of the author.
| |